Mural dan Fotografi Jalanan

Mural Indonesia

Belakangan ini foto dan video mengenai karya mural memadati halaman explore instagram saya. Mungkin karena mural dan fotografi jalanan berteman baik. Beberapa karya mural di belahan tanah air menjadi sorotan. Bagi saya, perhatian yang diberikan kepada mural-mural tersebut menunjukkan keberhasilan sang pelukis dalam menyampaikan rasa-nya.

Mencoba mengerti apa sih mural, saya mencari beberapa referensi. Mural berasal dari kata “murus”, kata dari bahasa Latin yang memiliki arti “dinding”. Selanjutnya karya mural didefinisikan sebagai lukisan berukuran besar yang dibuat pada dinding (interior ataupun eksterior), langit-langit, atau bidang datar lainnya (Gazali:2017). Maka tak heran jika kita menemukan lukisan-lukisan besar itu pada dinding maupun jalanan. Bahkan beberapa tempat wisata yang menjadikan mural sebagai daya tarik utama. Hal ini menunjukkan adanya benang merah antara sebuah karya seni dengan sisi psikologis para penikmat.

Menyoal mural, seringkali saya tertarik untuk mengambil gambar mural dalam perjalanan. Terkadang memang yang dituangkan di dalam mural tersebut “ngena” banget di saya. Sekali lagi itu pertanda keberhasilan sang pembuat mural. Rasa yang saya terima mungkin tak sama dengan orang lain. Sebagian orang mungkin menikmati sebagai keindahan yang mewakili perasaannya. Sebagian lainnya mungkin menganggap itu membuat kesan kumuh untuk kota. Hal ini tidak bisa dipaksakan dan tak perlu diperdebatkan. Seperti halnya foto, sebuah gambar yang memberikan banyak cerita. Mural tak perlu diributkan selagi tidak merusak tatanan dan moral.

Ooops…sepertinya terlalu berat pembahasan ini. 

Para Pencari Nafkah
Sebuah foto Pedagang asongan dan tukang becak dengan latar belakang mural. Dua orang mencari nafkah dengan caranya masing-masing.

Di dalam street photography atau travel photography, mural terkadang mural mampu memunculkan sisi emosional. Sisi emosional yang menceritakan keadaan di mana foto itu diambil. Selain itu visualisasi yang diberikan juga seringkali merepresentasikan kondisi sosial di mana mural itu berada. Dengan demikian foto yang dihasilkan juga mampu menjadi rekaman sejarah.

Mari tetap berkreasi di dalam harmoni seperti mural dan fotografi jalanan.

Enjoy!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *